.showpageArea a { text-decoration:underline; } .showpageNum a { text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; margin:0 3px; padding:3px; } .showpageNum a:hover { border: 1px solid #cccccc; background-color:#cccccc; } .showpagePoint { color:#333; text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; background: #cccccc; margin:0 3px; padding:3px; } .showpageOf { text-decoration:none; padding:3px; margin: 0 3px 0 0; } .showpage a { text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; padding:3px; } .showpage a:hover { text-decoration:none; } .showpageNum a:link,.showpage a:link { text-decoration:none; color:#333333; }

Jumat, 29 April 2011

Blog, sang guru maya


Juli 2009, setelah melewati perjalanan yang tak mudah, akhirnya blogku jadi juga. Blog itu kuberi nama Azzurit hijau 125, seperti nama penaku. Blog itu kubuat sendiri dari hasil penyelusuran yang kulakukan dengan menggunakan fasilitas search engineer dari Google. Mulanya aku sempat bertanya kepada sahabatku yang jago internet, tapi jawabannya justru menjatuhkanku. “Ilmu teknik kimia yang rumit pun bisa kamu kuasain, masa internet yang mudah, tak bisa kamu jamah”, ujarnya membuatku geram. Selama ini jika dia bertanya, selalu kujawab dengan segera tanpa harus berpidato, tapi kenapa pertanyaanku kali itu justru membuahkan jawaban yang membuat amarahku muncul. Ah, sahabat macam apa dia, gumamku dalam hati.

Aku pergi ke warnet. Memasukkan keyword cara membuat blog pada kolom pencariannya. Beberapa detik kemudian muncullah artikel-artikel yang berisikan keyword yang kuketikkan. Aku membukanya satu persatu dan membacanya. Kebingungan melanda. Selama ini internet hanya kugunakan untuk membantu menyelesaikan tugas-tugas kuliahku saja. Akun friendster yang telah lama popular pun belum kumiliki juga.

Belasan artikel yang kubaca, namun aku belum juga mendapatkan pencerahan. Belajar otodidak itu memang tak mudah. Kepalaku dipenuhi rasa iri saat aku melihat blog-blog yang cantik dan apik. Aku harus bisa membuat blog, lirihku dalam hati. Aku membaca ulang semua artikel itu dan mulai memperaktekannya. Setelah lama bergelut dengan artikel, akhirnya blogku jadi juga. Blog yang masih sangat sederhana, masih bawaan dari domainku, blogspot. Kebahagiaan menghinggapiku, usahaku berbuah manis walau belumlah sempurna.

Gayung bersambut, aku mendapatkan fasilitas internet di tempat kerjaku. Waktu-waktu luang selalu kugunakan untuk menjelajahi dunia maya tanpa batas yang banyak sekali memberikan manfaat positif disamping manfaat negatifnya juga. Ya, semua hal memang seperti dua sisi mata uang yang bersebelahan dan takkan dapat terpisahkan. Pintar-pintarnya kita sajalah yang harus milihnya.

Dari bantuan blog-blog yang ada, aku mulai belajar segala hal tentang dunia blog. Arti blog, domain, template, cara-cara ngeblog, cara ganti template dan lain-lain. Aku pun gak cuma belajar tentang blog tapi aku mulai tertarik untuk membuat akun jejaring sosial yang sedang diminati, friendster dan facebook. Aku mulai mendapatkan sedikit pencerahan walau kebingungan kadang menderaku. Masih banyak sekali bahasa-bahasa pemprograman yang tak kumengerti. Bertanya pada sahabatku itu, ah percuma. Dia memang pelit, tak pernah mau membagikan ilmunya padaku, padahal aku selalu membagikan apa saja yang kupunya untuknya. Karena bagiku persahabatan itu adalah saling berbagi, baik suka ataupun duka.

Aku mulai menulis lagi setelah bartahun-tahun lamanya aku vakum menulis, hanya karena alasan ingin fokus kuliah agar mendapatkan nilai yang tinggi. Beberapa tulisan yang kukira layak dan pantas, akhirnya aku posting ke dalam blogku. Aku masih belum mempunyai keberanian untuk memosting semua tulisanku. Tulisanku yang lain hanya kubiarkan menghuni folder komputerku atau mewarnai bukuku saja.

Aku pindah kerja, fasilitas internetnya hanya terbatas dalam lingkungan perusahaan saja, hanya berlaku dari pusat ke kantor cabang, tak bisa mengakses website lain. Blogku mulai terlupakan apalagi aku tak mempunyai waktu luang untuk ke warnet, waktu libur selalu kupakai untuk mencuci dan istirahat di rumah. Mau ngeblog lewat handphone, wah sungguh merepotkan sekali. Untuk masuk ke bloggernya pun butuh waktu yang sangat lama, belum lagi tampilannya yang sangat berbeda dari tampilan pada layar komputer. Keinginan untuk ngeblog pun akhirnya terkikis habis.

Lalu aku mengalihkan minatku pada facebook apalagi di facebook ada fasilitas note yang sangat berguna untuk menyalurkan hobi menulisku. Pelan tapi pasti, aku mulai terlarut dalam dunia facebook apalagi difacebook aku dapat bertemu dengan jutaan orang dari seluruh penjuru dunia, aku pun banyak menjumpai teman-teman lamaku yang telah bertahun-tahun terpisah. Facebook memang ajaib.

Februari 2011, aku mendapatkan pekerjaan dengan adanya fasilitas internet. Disela-sela waktu luang, selalu kugunakan untuk mencari-cari ilmu. Aku harus belajar lagi walau nyatanya aku telah lulus kuliah karena bagiku menuntut ilmu itu tidak hanya pada masa sekolah saja, diluar masa sekolahpun ilmu harus dicari. Belajar itu proses seumur hidup jadi selama hidup, aku akan terus belajar dan berproses. Longlife education.

Aku kembali menjumpai blog-blog yang sangat wah dalam pandanganku. Ingatanku yang telah lama terkubur, akhirnya bangkit kembali. Aku juga mempunyai blog tapi aku ragu, jangan-jangan blogku sudah dihapus oleh tempat domainku bernaung karena lama tak kubuka. Astaga, aku lupa akan email dan password yang kugunakan untuk mendaftar blog. Ah, masa iya kudu buat blog lagi. Hufftttttt

Aku hampir menyerah untuk membuat blog lagi tapi aku urungkan niatku. Mungkin dengan memasukkan URL blogku, aku bisa membukanya. Dugaanku tepat, aku memasukkan URLnya dan mengklik lupa password. Ganti password terkirim ke akun gmailku, aku membuka gmailku tapi nihil. Jangan-jangan aku memakai alamat email yang lain, dulu aku banyak membuat email dari domain yang berbeda-beda dan kecerobohanku adalah aku tak mencatatnya, apalagi daya menhapalku sangatlah buruk. Arggghhhhhhhhh

Aku membuka draft pesan handphoneku, aku rasa aku pernah mencatatkan semua email dan passwordnya. Aku melonjak kaget saat aku menemukan yang kucari. Aku membuka gmailku, mengatur ulang password blogku dan blogku terbuka, bahagianya.

Wah blogku jadul sekali, gumamku dalam hati. Aku mengetikkan keyword-keyword yang berhubungan tentang blog ke dalam search engineernya google. Artikel-artikel bermunculan, aku membaca semuanya dan mulai mempraktekannya. Aku mengutak-nagtik blogku. Mengganti template, merubah warna elemen-elemen tempeletenya, menambahkan widget, membuat gadget dan lain sebagainya. Itu sungguh hal yang sangat menyenangkan mesti kadang aku melakukan kesalahan dan membuat tempeleteku kacau dan error.

Aku mulai jatuh cinta kembali pada dunia blog yang telah lima belas bulan lamanya kutinggalkan. Blog banyak sekali kelebihannya dibandingakn dengan facebook karena blog bisa dimodifikasi sesuai dengan keinginan, bisa juga ditambah gadget-gadget yang mempercantik penampilan blog, tidak seperti facebook yang tempeletenya statis, sehingga membuat monoton. Cintaku pada dunia blogging terus tumbuh walau blogku masih belum mempunyai follower. Bagiku itu tak terlalu penting karena yang terpenting adalah aku bisa membuat blog sesuai dengan keinginanku.

Aku gembira saat ada seorang blogger yang meninggalkan komentarnya pada postingan blogku. Dari kejadian itu aku mulai terpacu untuk terus memodifikasi blogku agar para blogwalker yang kebetulan menyinggahi blogku menjadi suka dan betah berlama-lama membaca postingan blogku.

Setiap hari yang kulakukan adalah terus mencari ilmu tentang blog dan langsung memperaktekannya pada blogku. Setiap ada widget-widget yang menarik, dapat dipastiakan bahwa aku langsung memasangnya pada blogku. Aku terlampau lapar mata saat melakukan blogwalker. Blogku harus bisa seperti blog yang kukunjungi, aku selalu iri jika aku melihat blog yang lebih bagus. Dan rasa iri itulah yang mendorongku untuk terus belajar. Rasa iri ternyata tak selalu berdampak negative, bagiku, ia adalah motifasi yang hebat untuk memacu kemajuanku.

Sekarang, aku merasa cukup puas dengan tampilan blogku, mesti aku masih mempunyai keinginan untuk terus memodifikasinya agar tampak wah dan elegan.

Bagiku blog bukan hanya sebagai media untuk penyaluran hobi menulis dan tempat memosting tulisanku saja tapi blog juga merupakan sumber ilmu yang sangat beragam jika pandai mencari dan mempergunakannya. Segala macam pengetahuan banyak tersedia dari blog. Bagiku blog adalah seorang guru, seorang guru yang bukan hanya menggurui saja tapi juga mendidik dan memaksa kita untuk pandai mengimprovisasikan ilmu. Blog adalah guru yang maya, guru yang tak nyata namun teramat nyata keguruannya.

***
Postingan ini diikut sertakan dalam lomba “Blogger return contest yang diselenggarakan oleh Mbak Anazkia dan Denaihati

12 komentar:

anazkia mengatakan...

Neng, linknya denaihati belum ada tuh? :)

azzurit hijau mengatakan...

mksdnya mbak?? kan yg dibawah postingan udah dilink ke mbak Naz n denai hati.. salah ya mbak?? bingung

anazkia mengatakan...

Sudah bener, Mbak
Kayaknya kemarin mata saya ngantuk :D

Mohon maaf dan terimaksih sudah berpartisipasi :) saya catat yah...

azzurit hijau mengatakan...

hehe, gpp ko mbak..

khairul faiz mengatakan...

wah pengalam ngeblog yang menarik. ^_^

Azzurit Hijau 125 mengatakan...

yupz.. hidup itu belajar dzan ngeblog pun belajar jg (",)

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

semoga cintanya pada dunia blogging gak luntur lagi ya.

I-one mengatakan...

wah,ceritanya kompleks banget
moga menang ya

Yunda Hamasah mengatakan...

Dari semua blog yang pernah kukunjungi, ini blog 'hijau' paling kreatif yang ...sucses dan salam kenal ya.:)

Azzurit Hijau 125 mengatakan...

@ sang cerpenis : yupz, akan terus kujaga cinta itu :-)

Azzurit Hijau 125 mengatakan...

@ I-one : aamiin, mksh bnyk ya udh berkunjung

Azzurit Hijau 125 mengatakan...

@ yunda : makasii udah berkunjung, salam kenal juga.. Nti aq bertamu ya. Nunggu ol d pc dl hehe

Poskan Komentar